December 22nd, 2009

Penutupan Festival Dalang Bocah 2009: Bukan Sekedar Ajang Pertunjukan


Setelah selama empat hari digelar, Festival Dalang Bocah 2009 akhirnya resmi ditutup pada 19 Desember 2009. Sebanyak 19 dalang bocah dari perwakilan delapan PEPADI cabang Provinsi telah menunjukkan performa terbaiknya. Apresiasi atas kerja seluruh pihak, baik penyelenggara acara, penanggung jawab rombongan Provinsi, orang tua dan pelatih, hingga kesiapan pribadi para dalang bocah patut diacungi jempol. Puncak penutupan festival digelar dengan antusias yang tinggi, terutama para dalang bocah dan tim rombongan peserta yang memang telah menunggu keputusan final para juri.

 

Suhwono, ketua tim juri Festival Dalang Bocah 2009 membuka acara penutupan dengan penjelasan kriteria penilaian yang telah digodok para juri sesaat sebelum acara penutupan digelar. Suhwono menekankan bahwa festival bukan diadakan untuk menentukan juara. Faktor kompetisi merupakan hal yang harus dipahami secara positif, baik hal yang bersifat teknis maupun aspek psikologis. Atas dasar pertimbangan itulah, tim juri akhirnya memutuskan Enam Penyaji Terbaik Non Rangking, yaitu: I Dewa Ketut Wicaksandhita (PEPADI Provinsi Bali), Raden Samiaji (PEPADI Provinsi Jawa Barat), Bayu Gunawan (PEPADI Provinsi Sumatera Utara), Sih Hono Wisnu Purwo Laksito (PEPADI Provinsi Jawa Timur), Bimo Sinung Widagdo (PEPADI Provinsi DKI Jakarta), dan Bayu Praba Prasapa Aji (PEPADI Provinsi DI Yogyakarta).

 

Selain itu, tim juri memutuskan untuk menobatkan Magistra Yoga Utama, peserta perwakilan PEPADI Provinsi Jawa Tengah sebagai Penyaji Utama Terbaik. Yoga dinilai mampu memainkan Wayang Kancil dengan lakon Prabu Singa Barong sesuai karakter seorang anak. Namun, lanjut Suhwono, para juri tidak menilai penampilan 12 peserta lainnya di bawah tujuh performa terbaik non rangking di atas. “Faktor pembinaan di atas segala-galanya. Bagaimanapun, dunia pedalangan membawa misi pewarisan tradisi yang berujung pada kekuatan karakter bangsa,” Suhwono menambahkan.

 

Dalam sambutannya, Ketua Umum PEPADI Pusat, Ekotjipto SH menegaskan kembali misi PEPADI pasca diakuinya wayang sebagai warisan budaya Indonesia oleh UNESCO. Keterlibatan daerah dalam ajang Festival Dalang Bocah 2009 merupakan modal utama bagi pengembangan dan pembinaan wayang dari sejak dini. Secara khusus, Ekotjipto menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya atas kontribusi yang telah diberikan daerah, baik dalam ajang festival maupun pengembangan wayang di daerah masing-masing. Ketua Umum PEPADI ini mengakui, persiapan yang relatif pendek mempengaruhi penampilan para peserta, tak terkecuali para dalang bocah dengan segala aktivitas dan rutinitas kanak-kanaknya. Ia berjanji, kedepan organisasi PEPADI akan semakin memperbaiki diri kontribusi para peserta dapat lebih dimaksimalkan, apakah itu ajang Festival Dalang Bocah maupun Festival Wayang Indonesia yang akan diagendakan secara periodik. “Bagi para peserta Festival Dalang Bocah, tetap tekuni pedalangan dan tetap sekolah sampai setinggi-tingginya. Agar bangsa kita di masa depan memiliki dalang kondang yang berpendidikan tinggi”, pesan Ekotjipto kepada para dalang bocah.

 

Ketua Umum SENA WANGI, Drs H Solichin yang resmi menutup Festival Dalang Bocah 2009 menyambut baik Festival Dalang Bocah 2009. Sebagai wadah yang melakukan pembinaan wayang semenjak umur dini, ajang semacam ini diharapkan mampu mendorong kreativitas anak-anak, khususnya nilai tradisi yang memberikan banyak aspek positif dalam pengembangan kepribadian. Selain itu, Solichin mengharapkan sinergi yang aktif antar lembaga dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat atas pentingnya tradisi. Peran PEPADI dan SENA WANGI, berelaborasi dengan institusi-institusi terkait akan dapat semakin menciptakan animo positif atas budaya Indonesia, terutama wayang dan segala aspek estetik-etikanya.

 

Secara khusus, gelar puncak acara ini menghadirkan kembali penampilan Bayu Gunawan, peserta perwakilan PEPADI Provinsi Sumatera Utara. Salah satu peraih Penyaji Terbaik Non Rangking ini membawakan lakon Dursala Gugur. Diluar segala kekurangan fasilitas pembinaan, tekad kuat Bayu mendalami dunia wayang layak diapresiasi dan dihadirkan untuk menjadi contoh bagaimana kerja keras dan dedikasi menjadi kunci sukses seseorang dalam meraih cita-cita hidupnya. (Peter)

Contact Pepadi

  • Persatuan Pedalangan Indonesia Pusat
    Gedung Pewayangan Kautaman
    Jl. raya pintu I TMII
    Jakarta Timur
    13810
    Telp: 021-87799559